0 %
Muhammad Rifqi Zam Zami
Master of Islamic Education
  • Residence :
    Indonesia
  • City :
    Jepara
  • Age :
    34
Indonesian
English
Arabic
Leadership
Communication
Management
Public Speaking
Design
0

No products in the cart.

Beberapa Adab dalam Ziarah Kubur

January 7, 2024

Melaksanakan ziarah kubur merupakan kegiatan ritual keagamaan yang dianjurkan dalam ajaran agama Islam, utamanya pada kalangan nahdliyyin. Tujuan yang mulia dalam melaksanakan ziarah kubur merupakan hal yang melatarbelakangi anjuran dalam melaksanakannya, salah satunya adalah mengingatkan para peziarah tentang kematian.

Kematian merupakan hal yang pasti datang kepada setiap mahkluk hidup. Oleh karena itu, dengan kegiatan ziarah kubur secara tidak langsung akan mengingatkan manusia kepada kematian dan pada akhirnya akan membangkitkan semangat dalam memperbaiki diri serta introspeksi atas hal-hal yang telah dilaksanakan dalam kehidupan di dunia. Dengan kegiatan ziarah kubur diharapkan agar menjadi sarana dalam meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.

Para ulama’ telah memberikan pengetahuan kepada kaum muslimin tentang adab dalam melaksanakan ziarah kubur, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1.  Membacakan doa dan ayat-ayat al-Quran untuk orang yang telah meninggal.
  2.  Menjaga perilaku yang baik.
  3.  Menghadirkan hati dengan berharap agar dijauhkan dari kemaksiatan.
  4.  Tidak duduk di atas makam.
  5.  Mengucapkan salam “Assalamu’alaikum dara qaumi mu’minin, wa inna insya Allahu bikum lahiqun”
  6.  Mengucapkan salam dengan menyebut nama mayat yang dikenal.
  7.  Mendatangi mayat yang dikenal dari arah wajahnya.
  8.  Merenungkan keadaan orang-orang yang telah dikubur, mereka sudah terpisah dengan keluarganya masing-masing.
  9.  Merenungkan keadaan keluarga serta sahabat-sahabat yang telah ditinggalkan, pada akhirnya tidak dapat mengejar mimpi-mimpinya.
  10.  Menghadirkan kesadaran bahwa pada suatu saat akan merasakan kematian seperti keluarga atau sahabat yang telah meninggal dunia.

Penjelasan tentang adab ziarah kubur tersebut didasarkan atas keterangan yang disampaikan oleh Imam Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihayat al-Zain (Halaman 281).

قال النووي في الأذكار أجمع العلماء على أن الدعاء للأموات ينفعهم ويصلهم ثوابه اه روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال ما الميت في قبره إلا كالغريق المغوث بفتح الواو المشددة أي الطالب لأن يغاث ينتظر دعوة تلحقه من ابنه أو أخيه أو صديق له فإذا لحقته كانت أحب إليه من الدنيا وما فيها

“Imam Nawawi berkata dalam kitabnya, Al-Adzkar, ‘Para Ulama sepakat bahwa doa pada orang yang meninggal, bermanfaat dan sampai pada mereka‘ diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw bahwa sesungguhnya beliau bersabda, ‘Tidak ada perumpamaan mayat di kuburnya kecuali seperti orang tenggelam yang ingin ditolong, mayat menunggu doa yang ditujukan padanya baik dari anaknya, saudaranya ataupun temannya. Ketika doa itu telah tertuju padanya, maka doa itu lebih ia cintai daripada dunia dan seisinya”

Selanjutnya, Syekh Khatib Asy-Syirbini di dalam kitab Tafsir as-Siraj al-Munir juga menerangkan pada halaman 5.277 sebagai berikut:

وينبغي لمن زار القبور أن يتأدّب بآدابها ويحضر قلبه في إتيانها، ولا يكون حظه منها الطواف عليها فقط فإنّ هذه حالة يشاركه فيها البهائم، بل يقصد بزيارته وجه الله تعالى وإصلاح فساد قلبه، ونفع الميت بما يتلوه عنده من القرآن والدعاء، ويتجنب الجلوس عليها

ويسلم إذا دخل المقابر فيقول: «السلام عليكم دار قوم مؤمنين، وإنا إن شاء الله بكم لاحقون». وإذا وصل على قبر ميته الذي يعرفه سلم عليه أيضاً، وأتاه من قبل وجهه لأنه في زيارته كمخاطبه حياً، ثم يعتبر بمن صار تحت التراب، وانقطع عن الأهل والأحباب، ويتأمّل حال من مضى من إخوانه كيف انقطعت آمالهم ولم تغن عنهم أموالهم، ومجيء التراب على محاسنهم ووجوههم، وافترقت في التراب أجزاؤهم، وترمل من بعدهم نساؤهم، وشمل ذل اليتم أولادهم وأنه لا بدّ صائر إلى مصيرهم، وأنّ حاله كحالهم وماله كمالهم

“Hendaknya bagi orang yang berziarah di kuburan untuk berperilaku sesuai dengan adab-adab ziarah kubur dan menghadirkan hatinya pada saat mendatangi kuburan. Tujuannya datang ke kuburan bukan hanya sebatas berkeliling saja, sebab perilaku ini adalah perilaku binatang. Tetapi tujuan ziarahnya karena untuk menggapai ridha Allah, memperbaiki keburukan hatinya, memberikan kemanfaatan pada mayat dengan membacakan di sisinya Al-Qur’an dan doa-doa. Dan juga ia menjauhi duduk di atas kuburan”

Ketika telah masuk di area sekitar kuburan ia mengucapkan salam ‘Assalamu’alaikum dara qaumi mu’minin, wa inna insya Allahu bikum lahiqun (semoga kesalamatan tertuju pada engkau wahai rumah perkumpulan orang-orang mukmin, sesungguhnya kami, jika Allah menghendaki akan menyusul kalian.’ Ketika sampai di kuburan mayit yang ia kenal, maka ucapkan salam padanya dan datangilah dari arah wajah mayit itu, karena menziarahi kuburannya sama seperti berbicara dengannya sewaktu hidup. Lalu orang yang berziarah merenungkan keadaan orang yang telah dikubur di bawah tanah, yang telah terpisah dari keluarga serta orang-orang yang dicintainya.

Orang yang berziarah hendaknya juga merenungkan bagaimana keadaan teman-temannya yang telah meninggal. Bagaimana impian mereka telah pupus dan bagaimana harta mereka sudah tidak lagi menolong mereka. Debu-debu telah bertaburan pada keindahan tubuh dan wajah mereka, organ tubuh mereka telah terpisah-pisah dalam tanah, lalu istri mereka menjanda, anak-anak mereka menjadi yatim. Dan nantinya giliran bagi dirinya untuk menjadi seperti teman-temannya akan tiba. Keadaannya di kubur sama persis seperti keadaan temannya, dan hartanya nantinya juga sama persis seperti harta teman-temannya (tidak dapat menolongnya)”

Demikian beberapa keterangan tentang adab dalam ziarah kubur agar bisa menjadi perhatian bagi kaum muslimin dalam melaksanakan ziarah kubur secara baik dan meniatkan kegiatan tersebut secara tepat dan mulia. Wallahua’lam.

Posted in PendidikanTags:
Write a comment
© 2022 All Rights Reserved.
by Muhammad Rifqi Zam Zami